Breaking News
Sedang menarik berita terbaru...

RSUD Pancurbatu Klarifikasi Penurunan Jaspel: Murni Fluktuasi Klaim BPJS dan Kinerja


PANCUR BATU, 25 Maret 2026 – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pancurbatu secara resmi membantah keras pemberitaan yang menyebutkan adanya dugaan pemotongan sepihak atas uang Jasa Pelayanan (Jaspel) pegawai pada bulan Agustus, September, dan Oktober 2025. Isu yang menyebutkan adanya pemotongan hingga Rp 400 ribu tersebut dinilai keliru, tidak berdasar, dan merupakan kesalahpahaman terkait sistem perhitungan Jaspel.


Direktur RSUD Pancurbatu, drg. Dina Saraswati, melalui keterangan resminya menegaskan bahwa sejak dirinya menjabat, tata kelola keuangan rumah sakit dijalankan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas sesuai dengan regulasi pemerintah.


"Kami dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada pemotongan seperak pun terhadap hak-hak pegawai, baik itu uang Jasa Pelayanan (Jaspel), Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), maupun gaji. Kebijakan ini berlaku transparan dan merata untuk seluruh lapisan pekerja di RSUD Pancurbatu, mulai dari tenaga kebersihan (CS), staf pelayanan medis dan non-medis, hingga jajaran manajemen," tegas pihak Manajemen RSUD Pancurbatu, Rabu (25/3/2026).


Manajemen menjelaskan, jika ada pegawai yang menerima jumlah Jaspel yang berbeda atau mengalami penurunan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, hal tersebut murni disebabkan oleh fluktuasi total klaim layanan rumah sakit kepada BPJS Kesehatan dan evaluasi poin kinerja individu (berdasarkan absensi dan beban kerja), bukan karena adanya pemotongan oleh manajemen.


*Klarifikasi Terkait Hubungan dengan Media*


Dalam kesempatan ini, manajemen RSUD Pancurbatu juga meluruskan narasi yang menyebutkan bahwa Direktur RSUD Pancurbatu, drg. Dina Saraswati, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang, dr. Tetti Rossanti Keliat MKM, sengaja memblokir atau alergi terhadap konfirmasi wartawan.


"Terkait pesan WhatsApp dari rekan media pada Rabu (25/3/2026) sore, kami memohon maaf apabila belum dapat merespons secara cepat. Pada waktu tersebut, Direktur maupun Kepala Dinas Kesehatan sedang berada dalam agenda rapat kedinasan dan pelayanan medis yang tidak dapat ditinggalkan, sehingga belum sempat membuka atau membalas pesan secara real-time. Sama sekali tidak ada pemblokiran kontak seperti yang disangkakan," jelas perwakilan manajemen.


Pihak RSUD Pancurbatu sangat menghargai peran pers sebagai mitra kritis dalam membangun layanan kesehatan yang lebih baik. Namun, manajemen mengimbau agar proses konfirmasi jurnalistik dapat dilakukan secara berimbang melalui bagian Hubungan Masyarakat (Humas) RSUD Pancurbatu pada jam kerja agar mendapatkan data dan penjelasan yang komprehensif.


"Seluruh proses tata kelola keuangan di RSUD Pancurbatu juga selalu dilaporkan dan diawasi secara berkala oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang. Kami pastikan hak-hak seluruh pegawai terjamin dan disalurkan sesuai aturan yang berlaku," tambahnya.


Manajemen berharap klarifikasi ini dapat memberikan pencerahan kepada para pegawai internal dan masyarakat luas agar tidak terpancing oleh isu yang belum terverifikasi kebenarannya. RSUD Pancurbatu tetap berkomitmen penuh untuk fokus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.(Tim)

Lebih baru Lebih lama