MEDAN – Sorotan tajam publik terhadap maraknya dugaan praktik perjudian mesin tembak ikan di wilayah hukum Polrestabes Medan tampaknya menemui jalan buntu. Tabir operasi sindikat yang disinyalir kuat dikendalikan oleh jaringan 'Gondrong', 'PGM', dan diduga melibatkan oknum berinisial Dan alias Ton alias 'Joko' kian merajalela menyasar area padat penduduk secara terang-terangan.
Berdasarkan informasi masyarakat dan pantauan lapangan, titik-titik lokasi yang diduga kuat menjadi sarang operasi mesin judi tembak ikan tersebut menyebar masif di tiga kecamatan:
Kecamatan Medan Tuntungan: Warung milik 'Yu alias Suf' (Jl. Bunga Mayang 1, Kelurahan Laucih), Warung Kopi Pulungan (Perumnas Simalingkar), Warung Kopi depan area SPBU Simpang Selayang, dan Warung Kopi di sebelah loket bus BTN.
Kecamatan Pancur Batu: Kawasan Simalingkar Gang Damar, Jalan Jamin Ginting KM 18,6 (Desa Hulu), serta kawasan Laucih Kuta. Menambah mirisnya situasi, di titik Laucih Kuta dikabarkan turut dijaga oleh oknum yang mengaku wartawan berinisial 'Sitorus' dan 'Lois'.
Kecamatan Kutalimbaru: Jalan Besar Sei Mencirim, tepatnya di sekitar area Gang Tower.
Ekspansi leluasa ini menunjukkan betapa terorganisirnya jaringan komplotan tersebut. Guna menghindari pantauan masyarakat dan menekan risiko, pihak pengelola diduga kuat menerapkan siasat baru dengan memutar jam operasional secara bebas pada malam hari. Praktik ilegal ini memicu keresahan mendalam karena dinilai sangat destruktif bagi moral ekonomi warga dan masa depan generasi muda.
Konfirmasi Redaksi Diabaikan, Slogan Presisi Dipertanyakan
Sebagai bentuk kepatuhan pada Kode Etik Jurnalistik guna menyajikan berita yang berimbang (cover both sides), Redaksi nadipublik.com telah melayangkan pesan permohonan konfirmasi dan klarifikasi resmi yang disertai titik koordinat lokasi keresahan warga.
Pesan tersebut dikirimkan secara langsung kepada 10 pejabat teras di jajaran Polrestabes Medan, yakni:
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H.
Wakapolrestabes Medan, AKBP Rudy Silaen, S.H., S.I.K., M.I.Kom.
Kasat Intelkam Polrestabes Medan, Kompol Lengkap Suherman Siregar, S.H., M.H.
Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu M Hafizullah
Kapolsek Medan Tuntungan, Iptu Adil Ginting, S.H., M.H.
Kanit Reskrim Polsek Medan Tuntungan, Ipda Ropii, S.H., M.H.
Kapolsek Pancur Batu, Kompol Junaidi, S.H., M.H.
Kanit Intel Polsek Pancur Batu, Iptu Edison Sembiring
Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu, Iptu Rudi Salam Tarigan
Kapolsek Kutalimbaru, AKP Idem Sitepu, S.H., M.H.
Namun sangat disayangkan, hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun dari para pejabat kepolisian tersebut yang bersedia membalas atau sekadar memberikan respons atas konfirmasi redaksi. Sikap kompak "tutup mulut" dan pasifnya aparat kepolisian ini memantik tanda tanya besar. Publik menilai, dengan sumber daya intelijen dan kewenangan penindakan yang dimiliki Polri, tidak masuk akal jika aktivitas ilegal masif ini luput dari radar.
"Kemana Lagi Kami Harus Mengadu?"
Diamnya aparat di tengah bukti permulaan dan keresahan yang sudah disajikan secara terang benderang membuat masyarakat kini berada di titik nadir. Ancaman krisis kepercayaan publik (distrust) terhadap institusi kepolisian di wilayah hukum Polrestabes Medan kini semakin nyata.
"Kalau sekelas Kapolrestabes sampai Kapolsek saja bungkam saat diberi tahu ada judi yang merusak kampung kami, masyarakat sudah putus asa. Pertanyaannya, kemana lagi kami harus mengadu? Apakah sindikat mesin judi tembak ikan ini jauh lebih hebat dan kebal hukum daripada institusi penegak hukum di negara ini?" ujar salah seorang tokoh warga yang enggan disebutkan namanya karena alasan keamanan.
Kini, jeritan hati masyarakat menanti pembuktian nyata, bukan sekadar slogan. Publik mendesak Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, untuk turun tangan mengevaluasi kinerja bawahannya di Polrestabes Medan. Jika aparat penegak hukum di tingkat resor dan sektor memilih diam dalam misteri keengganannya, maka negara seolah membiarkan dirinya kalah oleh sindikat perusak generasi bangsa. (Tim Redaksi)
.jpg)