Breaking News
Sedang menarik berita terbaru...

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Ekstasi di THM Platinum KTV Medan Dijual Rp350 Ribu, Warga Desak Kapolda Sumut Turun Tangan


MEDAN
 – Tempat Hiburan Malam (THM) Platinum KTV yang berlokasi di Kompleks Megapark, Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Medan Petisah, tengah menjadi sorotan tajam publik. Pasalnya, lokasi hiburan tersebut disinyalir telah beralih fungsi menjadi sarang peredaran gelap narkotika jenis pil ekstasi yang diduga dipatok seharga Rp350 ribu per butir.

Berdasarkan informasi dan penelusuran di lapangan pada Senin (30/3/2026), dugaan praktik jual beli barang haram di lokasi tersebut terbilang sangat berani dan terang-terangan. Terdapat indikasi bahwa setiap tamu yang memesan fasilitas ruang karaoke (KTV) diharuskan untuk membeli pil ekstasi yang telah disediakan di dalam tempat hiburan tersebut.

Lebih mengejutkan lagi, operasional THM Platinum KTV terkesan kebal hukum. Beredar kabar kuat di kalangan masyarakat bahwa tempat hiburan ini diduga dibekingi atau bahkan dimiliki oleh seorang oknum anggota kepolisian berinisial 'A', berpangkat Brigadir yang bertugas di Polsek Helvetia. Hal ini memunculkan spekulasi dan kekhawatiran adanya pembiaran terhadap aktivitas ilegal di lokasi itu.

Kondisi ini memicu keresahan mendalam di kalangan masyarakat sekitar. Sejumlah warga menuturkan bahwa aktivitas mencurigakan sangat kentara terlihat, terutama pada malam hingga dini hari. Pengunjung tampak bebas keluar masuk, dan tidak sedikit dari mereka yang terlihat dalam kondisi tidak wajar, diduga kuat berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang.

“Sudah lama kami curiga. Banyak anak-anak muda keluar masuk dengan kondisi tidak wajar. Kami khawatir ini merusak generasi. Kalau memang benar ada peredaran narkoba, harus ditindak tegas, jangan sampai dibiarkan liar,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan identitasnya dipublikasikan, Senin (30/3).

Menyikapi fenomena ini, masyarakat mendesak keras Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak tutup mata dan segera mengambil langkah konkret. Warga meminta ketegasan langsung dari Kapolda Sumatera Utara, Kepala BNNP Sumut, Kapolrestabes Medan, hingga jajaran Polsek Medan Helvetia untuk segera melakukan razia dan investigasi mendalam.

"Kami selaku masyarakat meminta kepada Bapak Kapolda Sumut, Kepala BNNP Sumut, dan jajaran di bawahnya untuk segera bertindak. Ini menyangkut nasib masa depan anak bangsa kita. Jangan ada lagi ruang untuk peredaran narkoba," tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun klarifikasi dari pihak manajemen pengelola THM Platinum KTV terkait dugaan masifnya peredaran narkoba di lokasi usaha mereka.

Publik kini menanti ketegasan aparat kepolisian dan BNN. Warga berharap penegakan hukum dapat dilakukan secara transparan, profesional, dan tanpa pandang bulu—termasuk jika melibatkan oknum aparat—demi menyelamatkan masa depan generasi muda di Kota Medan.

Lebih baru Lebih lama